ANALISIS OPERASIONAL AGRIBISNIS BUDUDAYA CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DENGAN SISTEM TUMPANG SARI KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.): STUDI KASUS DENGAN IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN PERMASALAHAN LAPANGAN
DOI:
https://doi.org/10.31949/jsa.v5i1.18850Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi budidaya cabai domba (Capsicum frutescens L.) dengan sistem tumpang sari kacang tanah (Arachis hypogaea L.), serta menemukan masalah dan upaya untuk menanganinya. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengamati kondisi tanaman, tanah, dan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem tumpang sari cabai domba dan kacang tanah dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan memberikan keuntungan ekonomi dan agronomis. Namun, selama masa pertumbuhan vegetatif terjadi beberapa kendala utama. Ini termasuk pemadatan tanah yang disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan; serangan kutu kebul (Bemisia tabaci), yang menyebabkan gejala keriting dan menguning pada daun; serangan kutu putih; dan serangan ulat pemakan daun (Spodoptera litura). pemanfaatan lahan dan memberikan keuntungan ekonomi dan agronomis. Namun, selama masa pertumbuhan vegetatif terjadi beberapa kendala utama. Ini termasuk pemadatan tanah yang disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan; serangan kutu kebul (Bemisia tabaci), yang menyebabkan gejala keriting dan menguning pada daun; serangan kutu putih; dan serangan ulat pemakan daun (Spodoptera litura). Pengemburan tanah, sanitasi lahan, penyulaman, pengendalian hama secara mekanis dan kimiawi, dan pemantauan rutin adalah beberapa metode penanganan. Agar budidaya berhasil, pengelolaan yang berkelanjutan dan penerapan pengendalian terpadu diperlukan.



