Analisis Penguatan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) melalui Strategi Pembelajaran Diferensiasi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Abstract
Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan kompetensi kunci dalam pendidikan abad ke-21 yang penting untuk membentuk peserta didik agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan global. Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan nasional menekankan penguatan HOTS melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan strategi pembelajaran diferensiasi dengan pengembangan HOTS dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode literature review deskriptif dengan menelaah 20 artikel jurnal nasional terakreditasi serta beberapa sumber internasional terbitan 2023–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai kesiapan, minat, dan profil belajar mereka, sehingga mendorong kemampuan berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif. Beberapa penelitian (Yulianto, 2024; Hanani, 2025; Wadi, 2025) membuktikan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan capaian HOTS siswa hingga 30–40% dibandingkan pembelajaran konvensional. Selain itu, peran guru sebagai desainer pembelajaran menjadi faktor penentu dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif (Riswari, 2025; Maryamah, 2023). Dengan demikian, integrasi pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka terbukti efektif dan berkelanjutan untuk mengembangkan HOTS serta mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila yang kritis, mandiri, dan inovatif.