EVALUASI BUDIDAYA TUMPANGSARI CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) BERDASARKAN KONDISI LAPANGAN DAN BIAYA PRODUKSI DI DESA CIKALONG, KECAMATAN SUKAHAJI, KABUPATEN MAJALENGKA
DOI:
https://doi.org/10.31949/jsa.v5i1.18849Abstrak
Berbagai studi sebelumnya mengindikasikan bahwa metode tumpangsari dapat meningkatkan efektivitas penggunaan lahan dan hasil tanaman. Namun, praktik budidaya di lapangan tidak selalu menghasilkan hasil yang konsisten karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cara pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai praktik tumpangsari cabai domba (Capsicum frutescens L.) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta pengeluaran biaya produksi di Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengamatan di lapangan, dokumentasi kegiatan pertanian, analisis pengeluaran biaya produksi, dan penelaahan literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan. Pengamatan menunjukkan berbagai tantangan, seperti pertumbuhan tanaman yang tidak merata, kematian tanaman, gejala daun menguning, daun yang melintir, daun yang berlubang, serangan hama kumbang, genangan air, dan kendala distribusi air di beberapa bedengan. Total biaya produksi yang dikeluarkan selama penelitian adalah Rp. 209. 000. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengimplementation sistem tumpangsari di lokasi yang diteliti belum sepenuhnya sejalan dengan hasil studi sebelumnya, yang umumnya menunjukkan kenaikan produktivitas dan efisiensi lahan. Oleh karena itu, diperlukan penilaian budidaya yang lebih menyeluruh untuk meningkatkan keberhasilan tumpangsari di berbagai kondisi lapangan.



