Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial
DOI:
https://doi.org/10.31949/educatio.v12i3.19334Abstract
Implementasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di sekolah dasar merupakan kebijakan baru yang menuntut kesiapan guru agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Persepsi guru menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru sekolah dasar terhadap implementasi mata pelajaran KKA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru sekolah dasar di wilayah Surakarta yang telah mengikuti pelatihan KKA yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh tujuh belas guru, kemudian diperdalam melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh guru yang dipilih dari responden angket. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi KKA karena dipersepsikan berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir komputasional, berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan literasi digital siswa. Persepsi tersebut semakin menguat setelah guru mengikuti pelatihan, meskipun implementasi KKA masih menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat praktik, akses internet yang belum memadai, beban ganda guru kelas, belum tersedianya kurikulum yang baku, serta kemampuan dasar TIK siswa yang belum merata. Dengan demikian, persepsi positif guru menjadi modal penting dalam mendukung implementasi KKA di sekolah dasar, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta kebijakan kurikulum yang lebih terarah.
Keywords:
Koding dan Kecerdasan Artifisial, Guru Sekolah Dasar, Persepsi Guru, Implementasi Kurikulum, Berpikir KomputasionaDownloads
References
Ardho, R. I., & Permana, M. R. (2025). Eksplorasi Persepsi Guru Sekolah Dasar tentang Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran di Kelas. Journal of Education For All, 3(2), 129–134.
Fitria, M., & Laventia, F. (2025). Pemaknaan Guru terhadap Peran Artificial Intelligence ( AI ) dalam Transformasi Digital Pendidikan di Sekolah Dasar. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 4(3), 884–889.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Menguatkan Arah Kebijakan melalui Pembelajaran Mendalam. Kemendikdasmen.Go.Id. https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/13278-permendikdasmen-nomor-13-tahun-2025-menguatkan-arah-kebijakan-melalui-pembelajaran-mendalam
Maulana, Y. R., Prasetya, S. P., & Suprijono, A. (2023). Analisis kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge ( TPACK ) kepada guru IPS di Sidoarjo. Jurnal Dialektika Pendidikan IPS, 3(2), 87–94.
Mills, K. A. (2025). Coding and Computational Thinking Across the Curriculum : A Review of Educational Outcomes. Review of Educational Research, 95(3), 581–618. https://doi.org/10.3102/00346543241241327
Nur, M. A., & Nurhafidzah. (2025). Dampak dan Tantangan Pembelajaran Coding bagi Siswa Sekolah Dasar: A Systematic Literature Review. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 9(3), 1207–1230. https://doi.org/10.26811/didaktika.v9i3.2033
Pratistiningsih, D., Muhlisin, A., Harsono, & Sutama. (2024). Inovasi Pendidikan Digital dalam Meningkatkan Outcome. Kabillah, 9(2), 144–155.
Pratiwi, M. D., Hernawan, A. H., & Fadillah, A. F. (2025). Coding and Artificial Intelligence (AI) learning in teachers’ perspective. 4(1), 449–464.
Putri, N. A., Lafena, H. ’Izza, Apriyanti, A., Winda, V. N., Zachrani, Ummah, F. S., Zahro, U. A., & Adawiyah, R. (2025). Membedah Persepsi Guru SD tentang Penggunaan Artificial Intelligence dan Coding sebagai Inovasi Pembelajaran Abad 21. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 13(4), 948–959.
Rahayu, D. W. (2021). Analisis Komponen TPACK Guru SD sebagai Kerangka Kompetensi Guru Profesional di Abad 21. Basicedu, 5(4), 1918–1925.
Rahman, B., & Rozak, A. (2026). Diskoneksi Waktu Kebijakan dan Implementasi Kurikulum : Kritik atas Terbitnya Permendikdasmen No . 13 Tahun 2025 Pasca Tahun Ajaran Baru Dimulai. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 4(3), 302–307.
Silvester, Purnasari, P. D., Saputro, T. V. D., & Jesica, M. (2023). Analisis Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Digital. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 11(1).
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (19th ed.). Alfabeta, CV.
UMS, H. (2025). 256 Guru Ikuti Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial LPD FKIP UMS di Solo Raya. Ums.Ac.Id. https://news.ums.ac.id/id/07/2025/256-guru-ikuti-diklat-koding-dan-kecerdasan-artifisial-lpd-fkip-ums-di-solo-raya/
Wulandari, P., Sastrawati, E., & Pamela, I. S. (2025). Persepsi Guru terhadap Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai Media Pembelajaran Edukatif di Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alya Sabna, Arif Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
An author who publishes in the Jurnal Educatio FKIP UNMA agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work










