ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERMASALAHAN BUDIDAYA CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH DI DESA CIKALONG, KECAMATAN SUKAHAJI
DOI:
https://doi.org/10.31949/jsa.v5i1.18859Abstrak
Penelitian ini ,menganalisis perkembangan dan tantangan dalam budidaya cabai domba yang diterapkan pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah di Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji. Penanaman dilakukan pada tanggal 10 Mei 2026 dengan 40 bibit berusia 4 minggu, yang dibagi dengan jarak tanam 35 cm dalam lahan seluas 360 m × 10 m yang dibagi menjadi 8 bedengan, sementara lahan kosong ditanami kacang tanah. Observasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman berada di kisaran 10–15 cm selama fase awal pertumbuhan. Beberapa masalah yang teridentifikasi meliputi adanya lubang pada daun, pertumbuhan yang tidak merata, gulma, kematian 4 tanaman yang sudah disulam, kondisi tanah kering pada bedengan terakhir, serta daun kering dan tanaman yang tumbuh bengkok akibat tertutup dedaunan. Pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan setiap dua minggu, penyemprotan setiap minggu, dan penyiraman secara rutin. Berdasarkan hastil tersebut , sistem tumpangsari membutuhkan pengelolaan air, gulma, dan hama yang lebih intensif agar pertumbuhan cabai dapat optimal. Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan meliputi biaya benih, pupuk, pestisida. Dengan demikian, sistem tumpangsari cabai domba dengan kacang tanah berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, tetapi memerlukan pengelolaan budidaya yang baik agar pertumbuhan tanaman dan hasil produksi dapat optimal.



