Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Project Multatuli dalam Isu LGBTQ
Abstract
Kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) merupakan kelompok minoritas yang kerap mengalami diskriminasi. Media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik, namun banyak media arus utama yang masih bias dalam memberitakan kelompok marjinal. Media seringkali lebih mengutamakan selera pasar dibandingkan keadilan sosial. Project Multatuli hadir sebagai media alternatif yang berpihak pada kelompok-kelompok marjinal, sebagaimana tercermin dalam slogannya, “Melayani yang Terpinggirkan.” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan bagaimana representasi kelompok LGBTQ ditampilkan oleh Project Multatuli. Analisis ini menggunakan teori wacana kritis Norman Fairclough untuk mengkaji tidak hanya isi teks, tetapi juga praktik sosial dan budaya yang melatarbelakangi pemberitaan isu-isu LGBTQ di media tersebut. Representasi kelompok LGBTQ oleh Project Multatuli menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan keadilan dan pengakuan atas hak-hak kelompok ini di dalam masyarakat maupun negara.


