INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI CERITA ANAK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR
Abstract
Pendidikan karakter menjadi fondasi pembelajaran dan menjadi elemen inti dalam Kurikulum Merdeka melalui Profil Pelajar Pancasila. Pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan nilai moral dan sosial karena berorientasi pada aktivitas membaca, menalar, dan merefleksikan makna teks. Cerita anak sebagai bentuk sastra menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai karakter melalui cerita dan pengalaman emosional yang dekat dengan dunia anak-anak. Artikel ini menyajikan gagasan konseptual tentang bentuk integrasi pendidikan karakter melalui cerita anak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kajian ini mendasarkan pada teori perkembangan moral (Piaget dan Kohlberg), pedagogi karakter (Lickona), serta karakteristik sastra anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai karakter dengan cerita anak dapat dilakukan melalui pemahaman naratif, dialog moral, dan refleksi kreatif yang menghubungkan literasi bahasa dengan pembentukan moral. Model konseptual yang ditawarkan menempatkan cerita anak sebagai jembatan antara literasi dan karakter, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia dapat membentuk peserta didik yang literat, empatik, dan berakhlak mulia.
Keywords:
pendidikan karakter, cerita anak, pembelajaran bahasa indonesiaDownloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia
(E-ISSN: 2549-5119) di terbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNMA
Jalan K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Public Services :
Email : pbsi@unma.ac.id

Diglosia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


