EKSISTENSI PENERAPAN SANKSI ADAT BERTINGKAT DALAM PERADILAN ADAT ACEH: RELASI HUKUM ADAT DENGAN QANUN ACEH

THE EXISTENCE OF THE IMPLEMENTATION OF MULTI-LEVEL CUSTOMARY SANCTIONS IN ACEH'S CUSTOMARY COURT: THE RELATIONSHIP BETWEEN CUSTOMARY LAW AND ACEH'S QANUN

Authors

  • Eka Faizin Hidayat Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq Jember, Indonesia, Indonesia
  • Muhammad Dzaki Irsyad Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq Jember, Indonesia, Indonesia
  • Adam Haidar Kamal Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq Jember, Indonesia, Indonesia
  • Badrut Tamam Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq Jember, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31949/jpl.v7i2.11506

Abstract

Sistem peradilan adat di Aceh memiliki karakteristik khas yang mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat, salah satunya melalui penerapan sanksi adat bertingkat. Sistem ini mencerminkan nilai-nilai keadilan restoratif yang berbeda dari pendekatan hukum formal yang bersifat retributif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi penerapan sanksi adat bertingkat dalam peradilan adat Aceh serta menelaah hubungan antara hukum adat dan Qanun Aceh dalam proses penerapannya. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, serta teknik analisis kualitatif terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sanksi adat bertingkat masih eksis secara kuat dalam masyarakat Aceh, baik secara sosial maupun kelembagaan. Hubungan antara hukum adat dan Qanun Aceh terjalin harmonis melalui pengakuan formal dalam regulasi daerah, yang turut memperkuat legitimasi dan pelaksanaan sanksi adat. Proses pengambilan keputusan dilakukan secara berjenjang oleh lembaga adat, dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, agama, dan riwayat pelaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan sanksi adat bertingkat berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan memperkuat integrasi antara hukum adat dan hukum formal di Aceh. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan regulasi dan kapasitas kelembagaan agar sistem peradilan adat tetap relevan, adaptif, dan berkeadilan dalam menghadapi dinamika masyarakat modern.

Keywords:

Sanksi Adat Bertingkat, Peradilan Adat, Qanun Aceh

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Al-Asyi, Yusuf Al-Qardhawy. The History of Aceh : Mengenal Asal Usul Nama, Bahasa, Dan Orang Aceh. Edited by Gunawan Adnan. 2nd ed. Banda Aceh: Yayasan PeNA Banda Aceh, 2020.

Amiruddin, and Zainal Asikin. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2006.

Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Edited by Fatia Hijriyanti. 1st ed. Mataram: Mataram University Press, 2020.

Journal

Aguswandi, Putra. “Penyelesaian Tindak Pidana Melalui Peradilan Adat di Aceh.” AL-AHKAM: Jurnal Syari’ah Dan Peradilan Islam 1, no. 2 (2021): 1–17.

Amalia, Nanda, Mukhlis Mukhlis, and Yusrizal Yusrizal. “Model Penyelesaian Sengketa Dan Peradilan Adat Di Aceh.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 25, no. 1 (2018): 159–79. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss1.art8.

Andriyadi, Fauza. “Reposisi Majelis Adat Aceh Dalam Tata Pemerintahan Aceh Pasca Qanun No. 10 Tahun 2008.” IN RIGHT: Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia 5, no. 1 (2015): 126–52. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/inright.v5i1.1292.

Anshari, Nur, and Aminah Aminah. “Kewenangan Peradilan Adat Di Aceh Menurut Qanun No. 10 Tahun 2008 Tentang Lembaga Adat.” MAQASIDI: Jurnal Syariah Dan Hukum 2, no. 2 (2022): 93–103.

Apriani, Nabilah, and Nur Shofa Hanafiah. “Telaah Eksistensi Hukum Adat Pada Hukum Positif Indonesia Dalam Perspektif Aliran Sociological Jurisprudence.” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis 3, no. 3 (2022): 231–46. https://doi.org/10.4324/9781315167527.

Devy, Soraya, and Fakhrurrazi M. Yunus. “Protection of Women in Aceh Qanun No. 6 of 2014 Concerning Jinayah Law (Acehnese Perception Analysis).” Media Syari’ah : Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial 24, no. 2 (2022): 258–75. https://doi.org/10.22373/jms.v24i2.15380.

Herinawati, Herinawati. “Sistem Peradilan Adat Aceh Dalam Sistem Hukum Indonesia.” JLGS: Journal of Law and Government Science 4, no. 2 (2018): 57–70. https://jurnal.uui.ac.id/index.php/jlgs/article/view/192.

Khairani, Khairani. “Mekanisme Penanganan Anak Pelanggar Qanun Jinayat Tentang Khalwat Dan Ikhtilath (Studi Kasus Di Kabupaten Aceh Selatan).” Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies 4, no. 1 (2019). https://doi.org/10.22373/equality.v4i1.4478.

Kurniawan. “Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Dan Lembaga-Lembaga Adat Di Aceh Dalam Penyelenggaraan Keistimewaan Dan Otonomi Khusus Di Aceh.” Yustisia 1, no. 3 (2012): 48–66.

Mahdi. “Eksistensi Peradilan Adat Di Aceh.” Hunafa: Jurnal Studia Islamika 8, no. 2 (2011): 189–215. https://jurnalhunafa.org/index.php/hunafa/article/download/362/348.

Marzuki, Marzuki. “Tradisi Peusijuek Dalam Masyarakat Aceh: Integritas Nilai-Nilai Agama Dan Budaya.” El-HARAKAH 13, no. 2 (April 26, 2012): 133–49. https://doi.org/10.18860/el.v0i0.458.

Mayasari Eka, R. “Tantangan Hukum Adat Dalam Era Globalisasi Sebagai Living Law Dalam Sistem Hukum Nasional.” Journal Equitable 2, no. 1 (2017): 94–114. https://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JEQ/article/view/819.

Misran, Misran. “Eksistensi Hukum Adat Gayo Dalam Menyelesaikan Perkara Di Kutacane Aceh Tenggara.” Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum 9, no. 1 (2020). https://doi.org/10.22373/legitimasi.v9i1.7327.

Muksalmina, and Elidar Sari. “Kekuatan Putusan Peradilan Adat Di Aceh.” Unimal Press 11, no. 11 (2019): 547–53.

Mulyadi Nurdin. “Penyelesaian Sengketa Melalui Peradilan Adat Aceh.” LĒGALITĒ: Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam 03, no. 02 (2018): 183–93. https://doi.org/https://doi.org/10.32505/legalite.v3iII.1108.

Nurdin, Abidin, and Fajri M Kasim. “Resolusi Konflik Berbasis Adat Aceh: Studi Tentang Azas Dan Dampaknya Dalam Membangun Perdamaian Di Lhokseumawe.” ARICIS Proceedings 1, no. 1 (2016): 589–601. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/aricis/article/view/975/788.

Nurdin, Mulyadi. “Sistem Mediasi Dalam Peradilan Adat Aceh.” Al-Qadhâ 6, no. 2 (2019): 34–47. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=+SISTEM+MEDIASI+DALAM+PERADILAN+ADAT+ACEH&btnG=.

Qudratika, Iezzati. “Yuridiksi Politis Lembaga Wali Nanggroe Sebagai Lembaga Kepemimpinan Adat Independen Guna Menghindari Disorientasi Kekuasaan.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah 2, no. 4 (2017).

Rosida, Ida Ayu, and Achmad Hariri. “Pemberlakuan Sanksi Cambuk, Qanun Jinayat Di Aceh Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Media of Law and Sharia 4, no. 2 (2023): 115–29. https://doi.org/10.18196/mls.v4i2.6.

S, Muchlis, Hamdani Hamdani, and Herinawati Herinawati. “Penyelesaian Jarimah Khalwat Melalui Peradilan Adat Studi Di Kabupaten Aceh Utara.” Suloh:Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh 11, no. 1 (2023). https://doi.org/10.29103/sjp.v11i1.11067.

Sarasvati, Nadhia Ayu, Maria Ayu, Riski Purnama, Riska Andi Fitriono, Fakultas Hukum, Universitas Sebelas, and Hukum Adat. “Eksistensi Penegakan Hukum Adat di Aceh Dalam Perspektif Kriminologi.” Jurnal Gema Keadilan 8 (2021): 1–14.

Sulaiman, Sulaiman, and Faisal Faisal. “Conception of Implementing the Law of Selling in Aceh (Research Study in Lhokseumawe City and Central Aceh).” Proceeding of 2 Nd Malikussaleh International Conference on Law, Legal Studies and Social Science (MICoLLS) 2 (2022): 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.29103/micolls.v2i.239.

Sumanto, Dedi. “Hukum Adat Di Indonesia Perspektif Sosiologi Dan Antropologi Hukum Islam.” JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) 17, no. 2 (2018): 181. https://core.ac.uk/reader/236391450.

Syuhada, Otong. “Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Negara Hukum Berdasarkan Pancasila.” Journal Presumption of Law 3, no. 2 (2021): 144–59. https://doi.org/10.31949/jpl.v3i2.1495.

Perundang-undangan

Peraturan Gubernur Aceh No. 60 Tahun 2013 Tentang Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa / Perselisihan Adat Istiadat. https://www.slideshare.net/slideshow/peraturan-gubernur/27726986

Qanun Aceh No. 10 Tahun 2008 Tentang Lembaga Adat

Qanun Aceh No. 9 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kehidupan Adat Dan Adat Istiadat

Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat (2008). http://www.ainfo.inia.uy/digital/bitstream/item/7130/1/LUZARDO-BUIATRIA-2017.pdf.

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 172 Tahun, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3893. (1999). https://www.dpr.go.id/.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Negara Republik Indonesia (2001).

Sumber Lain

Seputar Aceh. “Putusan Peradilan Adat Di Aceh, Pelaksanaan Dan Sanksinya.” 2022. https://seputaraceh.id/2022/12/08/putusan-peradilan-adat-di-aceh-pelaksanaan-dan-sanksinya/.

Taqwaddin. “Budaya Hukum Aceh Dalam Penyelesaian Perselisihan.” MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PENGADILAN TINGGI BANDA ACEH, 2022. https://www.pt-nad.go.id/new/content/artikel/2022082212074721129841163030f238776d.html.Al-Asyi, Yusuf Al-Qardhawy. The History of Aceh : Mengenal Asal Usul Nama, Bahasa, Dan Orang Aceh. Edited by Gunawan Adnan. 2nd ed. Banda Aceh: Yayasan PeNA Banda Aceh, 2020.

GPPM Indonesia. “Tatanan Adat Dan Hukum Dalam Masyarakat Aceh — Antara Warisan Leluhur Dan Tantangan Zaman,” 2025. https://www.gppmaceh.com/2025/06/tatanan-adat-dan-hukum-dalam-masyarakat.html.

Hamdani, Muslem. “Filosofi Perumusan Sanksi Adat Di Aceh Utara Dalam Perspektif Fiqh.” UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) AR-RANIRY BANDA ACEH, 2023. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/38106.

Mughni, Agus. “Mengapa Aceh Disebut Daerah Istimewa, Khusus? Ini Sejarah Hingga Politiknya.” JURNAS.com, 2025. https://www.jurnas.com/artikel/175313/Mengapa-Aceh-Disebut-Daerah-Istimewa-Khusus-Ini-Sejarah-hingga-Politiknya.

Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Edited by Fatia Hijriyanti. 1st ed. Mataram: Mataram University Press, 2020.

Muksalmina, and Elidar Sari. “Kekuatan Putusan Peradilan Adat Di Aceh.” Unimal Press 11, no. 11 (2019): 547–53.

Nurdin, Abidin, and Fajri M Kasim. “Resolusi Konflik Berbasis Adat Aceh: Studi Tentang Azas Dan Dampaknya Dalam Membangun Perdamaian Di Lhokseumawe.” ARICIS Proceedings 1, no. 1 (2016): 589–601.

Taqwaddin. “Budaya Hukum Aceh Dalam Penyelesaian Perselisihan.” MAHKAMAH AGUNG REPIBLIK INDONESIA PENGADILAN TINGGI BANDA ACEH, 2022. https://www.pt-nad.go.id/new/content/artikel/2022082212074721129841163030f238776d.html.

Downloads

Abstract Views : 169
Downloads Count: 174

Published

2025-10-10

How to Cite

Eka Faizin Hidayat, Muhammad Dzaki Irsyad, Adam Haidar Kamal, and Badrut Tamam. 2025. “EKSISTENSI PENERAPAN SANKSI ADAT BERTINGKAT DALAM PERADILAN ADAT ACEH: RELASI HUKUM ADAT DENGAN QANUN ACEH: THE EXISTENCE OF THE IMPLEMENTATION OF MULTI-LEVEL CUSTOMARY SANCTIONS IN ACEH’S CUSTOMARY COURT: THE RELATIONSHIP BETWEEN CUSTOMARY LAW AND ACEH’S QANUN”. Journal Presumption of Law 7 (2):106-22. https://doi.org/10.31949/jpl.v7i2.11506.

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.