Pelatihan dan Pendampingan Pencegahan Perilaku Negatif Siswa Melalui Layanan Bimbingan Konseling Berbasis Aplikasi Di SDN 09 Woja

Authors

  • Angga Putra STKIP Yapis Dompu, Indonesia
  • Burhanuddin Prodi Pendidikan Teknologi Informasi, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia, Indonesia
  • Mulya Yusnarti Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia, Indonesia
  • Andi Prayudi Prodi Pendidikan Teknologi Informasi, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia, Indonesia
  • Syaiful Rahman Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia, Indonesia
  • Arini Dwi Fitratunnisah Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia, Indonesia

Abstract

Perilaku negatif merupakan bentuk penyimpangan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat negatif serta tidak sesuai dengan aturan. Fenomena ini terdengar akrab dikalangan siswa, dikarenakan banyaknya berita maupun kejadian tentang hal tersebut, sehingga membawa kekhawatiran yang berdampak kurang baik bagi perkembangan pribadi dan sosialnya. Faktor utama diperlukannya layanan bimbingan konseling ialah pembentukan karakter positif, sehingga akan mudah dilakukan pengontrolan dan pembimbingan. Layanan ini dianggap penting sebagai rasa ingin menjaga dan menjauhi siswa dari masalah. Implementasi layanan berbasis aplikasi akan memberikan dampak pada penguatan pemahaman guru. Aplikasi sistem informasi bimbingan perilaku negatif siswa (SIBINA) dengan fokus kepada pelanggaran siswa yang dilengkapi dengan instrumen pengamatan prilaku negatif merupakan aplikasi dengan fitur yang dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan perilaku negatif, sekaligus sebagai interaksi guru, siswa serta monitoring orang tua siswa. Hasil kegiatan ini yaitu, meningkatnya pengetahuan guru dalam memberikan pencegahan mengenai prilaku negatif siswa melalui layanan bimbingan konseling, guru memiliki keterampilan menyusun instrumen pengamatan, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi SIBINA. Berdasarkan implementasi kegiatan tersebut maka prilaku negatif siswa di sekolah mitra mengalami penurunan yang besar. Pihak SDN 09 Woja (Mitra) berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam meminimalisir maupun mencegah terjadinya prilaku negatif dikalangan siswa khususnya di Kabupaten Dompu.

Keywords:

Pelatihan, Pendampingan, Prilaku Negatif, BK, Aplikasi

Author Biographies

Burhanuddin, Prodi Pendidikan Teknologi Informasi, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia

Perilaku negatif merupakan bentuk penyimpangan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat negatif serta tidak sesuai dengan aturan. Fenomena ini terdengar akrab dikalangan siswa, dikarenakan banyaknya berita maupun kejadian tentang hal tersebut, sehingga membawa kekhawatiran yang berdampak kurang baik bagi perkembangan pribadi dan sosialnya. Faktor utama diperlukannya layanan bimbingan konseling ialah pembentukan karakter positif, sehingga akan mudah dilakukan pengontrolan dan pembimbingan. Layanan ini dianggap penting sebagai rasa ingin menjaga dan menjauhi siswa dari masalah. Implementasi layanan berbasis aplikasi akan memberikan dampak pada penguatan pemahaman guru. Aplikasi sistem informasi bimbingan perilaku negatif siswa (SIBINA) dengan fokus kepada pelanggaran siswa yang dilengkapi dengan instrumen pengamatan prilaku negatif merupakan aplikasi dengan fitur yang dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan perilaku negatif, sekaligus sebagai interaksi guru, siswa serta monitoring orang tua siswa. Hasil kegiatan ini yaitu, meningkatnya pengetahuan guru dalam memberikan pencegahan mengenai prilaku negatif siswa melalui layanan bimbingan konseling, guru memiliki keterampilan menyusun instrumen pengamatan, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi SIBINA. Berdasarkan implementasi kegiatan tersebut maka prilaku negatif siswa di sekolah mitra mengalami penurunan yang besar. Pihak SDN 09 Woja (Mitra) berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam meminimalisir maupun mencegah terjadinya prilaku negatif dikalangan siswa khususnya di Kabupaten Dompu.

Mulya Yusnarti, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia

Perilaku negatif merupakan bentuk penyimpangan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat negatif serta tidak sesuai dengan aturan. Fenomena ini terdengar akrab dikalangan siswa, dikarenakan banyaknya berita maupun kejadian tentang hal tersebut, sehingga membawa kekhawatiran yang berdampak kurang baik bagi perkembangan pribadi dan sosialnya. Faktor utama diperlukannya layanan bimbingan konseling ialah pembentukan karakter positif, sehingga akan mudah dilakukan pengontrolan dan pembimbingan. Layanan ini dianggap penting sebagai rasa ingin menjaga dan menjauhi siswa dari masalah. Implementasi layanan berbasis aplikasi akan memberikan dampak pada penguatan pemahaman guru. Aplikasi sistem informasi bimbingan perilaku negatif siswa (SIBINA) dengan fokus kepada pelanggaran siswa yang dilengkapi dengan instrumen pengamatan prilaku negatif merupakan aplikasi dengan fitur yang dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan perilaku negatif, sekaligus sebagai interaksi guru, siswa serta monitoring orang tua siswa. Hasil kegiatan ini yaitu, meningkatnya pengetahuan guru dalam memberikan pencegahan mengenai prilaku negatif siswa melalui layanan bimbingan konseling, guru memiliki keterampilan menyusun instrumen pengamatan, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi SIBINA. Berdasarkan implementasi kegiatan tersebut maka prilaku negatif siswa di sekolah mitra mengalami penurunan yang besar. Pihak SDN 09 Woja (Mitra) berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam meminimalisir maupun mencegah terjadinya prilaku negatif dikalangan siswa khususnya di Kabupaten Dompu.

Andi Prayudi, Prodi Pendidikan Teknologi Informasi, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia

Perilaku negatif merupakan bentuk penyimpangan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat negatif serta tidak sesuai dengan aturan. Fenomena ini terdengar akrab dikalangan siswa, dikarenakan banyaknya berita maupun kejadian tentang hal tersebut, sehingga membawa kekhawatiran yang berdampak kurang baik bagi perkembangan pribadi dan sosialnya. Faktor utama diperlukannya layanan bimbingan konseling ialah pembentukan karakter positif, sehingga akan mudah dilakukan pengontrolan dan pembimbingan. Layanan ini dianggap penting sebagai rasa ingin menjaga dan menjauhi siswa dari masalah. Implementasi layanan berbasis aplikasi akan memberikan dampak pada penguatan pemahaman guru. Aplikasi sistem informasi bimbingan perilaku negatif siswa (SIBINA) dengan fokus kepada pelanggaran siswa yang dilengkapi dengan instrumen pengamatan prilaku negatif merupakan aplikasi dengan fitur yang dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan perilaku negatif, sekaligus sebagai interaksi guru, siswa serta monitoring orang tua siswa. Hasil kegiatan ini yaitu, meningkatnya pengetahuan guru dalam memberikan pencegahan mengenai prilaku negatif siswa melalui layanan bimbingan konseling, guru memiliki keterampilan menyusun instrumen pengamatan, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi SIBINA. Berdasarkan implementasi kegiatan tersebut maka prilaku negatif siswa di sekolah mitra mengalami penurunan yang besar. Pihak SDN 09 Woja (Mitra) berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam meminimalisir maupun mencegah terjadinya prilaku negatif dikalangan siswa khususnya di Kabupaten Dompu.

Syaiful Rahman, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia

Perilaku negatif merupakan bentuk penyimpangan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat negatif serta tidak sesuai dengan aturan. Fenomena ini terdengar akrab dikalangan siswa, dikarenakan banyaknya berita maupun kejadian tentang hal tersebut, sehingga membawa kekhawatiran yang berdampak kurang baik bagi perkembangan pribadi dan sosialnya. Faktor utama diperlukannya layanan bimbingan konseling ialah pembentukan karakter positif, sehingga akan mudah dilakukan pengontrolan dan pembimbingan. Layanan ini dianggap penting sebagai rasa ingin menjaga dan menjauhi siswa dari masalah. Implementasi layanan berbasis aplikasi akan memberikan dampak pada penguatan pemahaman guru. Aplikasi sistem informasi bimbingan perilaku negatif siswa (SIBINA) dengan fokus kepada pelanggaran siswa yang dilengkapi dengan instrumen pengamatan prilaku negatif merupakan aplikasi dengan fitur yang dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan perilaku negatif, sekaligus sebagai interaksi guru, siswa serta monitoring orang tua siswa. Hasil kegiatan ini yaitu, meningkatnya pengetahuan guru dalam memberikan pencegahan mengenai prilaku negatif siswa melalui layanan bimbingan konseling, guru memiliki keterampilan menyusun instrumen pengamatan, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi SIBINA. Berdasarkan implementasi kegiatan tersebut maka prilaku negatif siswa di sekolah mitra mengalami penurunan yang besar. Pihak SDN 09 Woja (Mitra) berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam meminimalisir maupun mencegah terjadinya prilaku negatif dikalangan siswa khususnya di Kabupaten Dompu.

Arini Dwi Fitratunnisah, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Yapis Dompu, Dompu, Indonesia

Perilaku negatif merupakan bentuk penyimpangan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat negatif serta tidak sesuai dengan aturan. Fenomena ini terdengar akrab dikalangan siswa, dikarenakan banyaknya berita maupun kejadian tentang hal tersebut, sehingga membawa kekhawatiran yang berdampak kurang baik bagi perkembangan pribadi dan sosialnya. Faktor utama diperlukannya layanan bimbingan konseling ialah pembentukan karakter positif, sehingga akan mudah dilakukan pengontrolan dan pembimbingan. Layanan ini dianggap penting sebagai rasa ingin menjaga dan menjauhi siswa dari masalah. Implementasi layanan berbasis aplikasi akan memberikan dampak pada penguatan pemahaman guru. Aplikasi sistem informasi bimbingan perilaku negatif siswa (SIBINA) dengan fokus kepada pelanggaran siswa yang dilengkapi dengan instrumen pengamatan prilaku negatif merupakan aplikasi dengan fitur yang dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan perilaku negatif, sekaligus sebagai interaksi guru, siswa serta monitoring orang tua siswa. Hasil kegiatan ini yaitu, meningkatnya pengetahuan guru dalam memberikan pencegahan mengenai prilaku negatif siswa melalui layanan bimbingan konseling, guru memiliki keterampilan menyusun instrumen pengamatan, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi SIBINA. Berdasarkan implementasi kegiatan tersebut maka prilaku negatif siswa di sekolah mitra mengalami penurunan yang besar. Pihak SDN 09 Woja (Mitra) berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam meminimalisir maupun mencegah terjadinya prilaku negatif dikalangan siswa khususnya di Kabupaten Dompu.

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2025-10-20

Issue

Section

Articles