MAKNA AKUNTANSI DALAM PENGELOLAAN RISIKO USAHA MAHASISWA: STUDI FENOMENOLOGI DI ITSBM SELAYAR
DOI:
https://doi.org/10.31949/j-aksi.v7i2.17914Abstract
Fenomena meningkatnya mahasiswa yang menjalankan usaha selama masa studi menyebabkan risiko usaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman kewirausahaan mahasiswa, seperti ketidakpastian pendapatan, keterbatasan modal, dan kesalahan pengelolaan usaha. Dalam kondisi tersebut, akuntansi tidak hanya dipahami sebagai alat pencatatan keuangan, tetapi juga sebagai sarana pengelolaan risiko usaha. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna akuntansi dalam pengelolaan risiko usaha berdasarkan pengalaman subjektif mahasiswa kewirausahaan ITSBM Selayar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 5 mahasiswa kewirausahaan ITSBM Selayar yang menjalankan atau pernah menjalankan usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai risiko usaha sebagai realitas yang tidak terhindarkan dalam kegiatan usaha. Akuntansi dimaknai sebagai alat kontrol keuangan, sarana memahami kondisi usaha, serta dasar dalam pengambilan keputusan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa akuntansi memiliki dimensi psikologis, di mana pencatatan dan informasi keuangan memberikan rasa aman, kepercayaan diri, serta membantu mengurangi kecemasan dalam menghadapi ketidakpastian usaha. Namun demikian, akuntansi juga dipersepsikan secara ambivalen, yakni sebagai alat bantu sekaligus aktivitas yang membebani. Temuan ini menegaskan bahwa akuntansi merupakan praktik sosial yang dimaknai secara subjektif oleh mahasiswa dalam pengelolaan risiko usaha.
Keywords:
Makna Akuntansi, Risiko Usaha, Kewirausahaan Mahasiswa, FenomenologiDownloads








