RELEVANSI STAKEHOLDER THEORY DALAM TATA KELOLA, AKUNTANSI, DAN PELAPORAN ESG DI ERA DIGITAL: SUATU TINJAUAN LITERATUR

Authors

  • Irsan Herlandi Putra Institut Digital Ekonomi LPKIA, Indonesia
  • Hamfri Djajadikerta Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31949/j-aksi.v7i2.17358

Abstract

Penelitian ini menelaah relevansi stakeholder theory dalam praktik tata kelola, akuntansi, dan pelaporan ESG di era digital melalui tinjauan literatur. Riset ESG berkembang pesat, namun kajian sebelumnya umumnya membahas aspek tersebut secara terpisah, misalnya tekanan stakeholder terhadap pengungkapan atau dampak digitalisasi pada pelaporan, tanpa mengintegrasikan tiga ranah utama dalam satu kerangka teoretis. Digitalisasi kerap diposisikan sebagai alat teknis, belum dianalisis sebagai mekanisme yang memediasi atau memoderasi hubungan antara tekanan stakeholder dan kualitas praktik ESG. Telaah atas artikel terindeks Scopus (2020–2025) menunjukkan bahwa tekanan regulator, investor, pelanggan, dan masyarakat mendorong peningkatan pengungkapan ESG yang diterjemahkan melalui mekanisme internal berupa struktur tata kelola, budaya organisasi, dan inovasi. Digitalisasi berfungsi sebagai enabler tata kelola yang meningkatkan keterlacakan, keterbandingan, serta kredibilitas informasi ESG, dengan efektivitas yang dipengaruhi kapasitas organisasi dan dukungan institusional. Penelitian ini mengisi celah riset melalui pengajuan kerangka integratif yang menghubungkan tekanan stakeholder, tata kelola, akuntansi, pelaporan ESG, dan digitalisasi. Temuan ini memperkuat landasan teoretis ESG berbasis stakeholder theory dan memberi implikasi bagi regulator, manajemen, serta auditor.

Keywords:

Stakeholder Theory, ESG, Tata Kelola, Akuntansi Keberlanjutan, Digitalisasi

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Abstract Views : 1
Downloads Count: 0

Published

2026-06-15