Pengembangan Potensi Desa Andongrejo Kabupaten Jember sebagai Pusat Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Authors

  • Dian Agung Pangaribowo Fakultas Farmasi, Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.31949/jb.v7i1.16410

Keywords:

Konservasi, Tanaman obat, Produk jamu, Pemasaran, Perizinan

Abstract

Desa Andongrejo kabupaten Jember diketahui telah memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). TOGA yang banyak ditanam meliputi temulawak, kunyit, jahe, kencur, lidah buaya, dan lain-lain. Desa ini berpotensi untuk menjadi desa wisata tanaman obat keluarga karena desa tersebut berada pada wilayah Taman Nasional Meru Betiri sehingga memiliki biodiversitas tanaman yang tinggi. Pada Desa Andongrejo terdapat permasalahan seperti belum adanya tempat untuk konservasi tanaman obat. Pada kelompok peramu jamu King Betiri di Desa Andongrejo memiliki permasalahan terkait pemasaran produk yang masih terbatas. Selain itu, produk jamu yang dihasilkan belum memiliki sertifikasi halal dari MUI sehingga kehalalan produk. Pada program pengabdian masyarakat ini, dilakukan pembangunan pojok TOGA berupa demplot dan taman konservasi. Pemasaran produk ditingkatkan melalui pelatihan pemanfaatan e-Commerce yakni Shopee dan promosi melalui media sosial seperti Instagram. Dalam upaya peningkatan pengetahuan terkait sertifikasi halal, diberikan informasi prosedur untuk memperoleh perizinan halal MUI dan izin edar BPOM. Setelah kegiatan pengabdian masyarakat, pojok TOGA telah berdiri dan pengetahuan masyarakat terkait pemasaran dan izin edar produk meningkat.

Downloads

Published

2026-01-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pengembangan Potensi Desa Andongrejo Kabupaten Jember sebagai Pusat Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). (2026). BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 507-512. https://doi.org/10.31949/jb.v7i1.16410