Program GESIT (Gerakan Edukasi Skoliosis untuk Pengetahuan dan Kesadaran Postur Tubuh) pada Siswa SMK PGRI 1 Cimahi

Authors

  • Muhammad Deri Ramadhan Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-6736-4966
  • Mokh Sandi Haryanto Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia https://orcid.org/0009-0007-9346-6668
  • Elsa Sandari Ayudia Nirwanti Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • Sopia Nurma Yunita Lerian Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • Syfa Rahma Nur Alifiyah Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • Nita Amelia Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • Adinda Siska Feronika Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • Gina Maryati Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • Neng Dila Nur Sifadilah Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • Jesen Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • M Triananda Fauzan Haqiki Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia
  • M Rizky Faqihudin Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia

Abstract

Abstract

Scoliosis is a spinal disorder that occurs more often in adolescent Famele. Adolescence is the transitional phase from childhood to adult, which spans ages 11-24 years. The lack of awareness about health information causes scoliosis to be detected late. A community service program was carried out on November 10, 2025, for 27 students of class X in Office Management and Business Services. This counseling aims to increase knowledge, awareness of body posture, and healthy living behavior. The counseling was conducted through a lecture method with material on scoliosis covering Definition, Causes, Classification, Signs and Symptoms, Management, Complications, and Prevention, presented in the form of PowerPoint and leaflets, along with the distribution of validated Pre-tests and Post-tests. The results showed an increase in knowledge, evidenced by the Pre-test and Post-test results, and an awareness of body posture. Positive impacts are also seen from the active involvement of students and their high curiosity about scoliosis. Based on the results of the counseling, it is recommended that this counseling be provided in other schools using a more creative and innovative method to make it easier for students to understand the material.

 Keywords: Health Education., Body Posture Disorders., Scoliosis.

Abstrak

Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang lebih sering terjadi pada remaja perempuan, Remaja adalah fase peralihan dari Anak – anak menuju Dewasa yaitu usia 11-24 tahun. Kurangnya kesadaran atas informasi kesehatan menyebabkan skoliosis terlambat untuk di deteksi. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan  pada 10 November 2025 terhadap Siswa kelas X Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis yang berjumlah 27 Siswa. penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran postur tubuh dan perilaku hidup sehat. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dengan materi tentang Skoliosis mencakup Pengertian, Penyebab, Klasifikasi, Tanda dan Gejala, Penatalaksanaan, Komplikasi dan Pencegahan yang disajikan dalam bentuk Power Point dan Leaflet, distribusi Pre-test, Post-test yang telah teruji validitasnya. Hasil menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan dibuktikan dari hasil Pre-test dan Post-tes dan adanya  kesadaran mengenai postur tubuh. Dampak positif juga terlihat dari adanya keterlibatan Siswa yang aktif dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap skoliosis. Berdasarkan hasil penyuluhan direkomendasikan penyuluhan ini diberikan di sekolah lain dengan metode yang lebih kreatif dan inovatif sehingga dapat lebih memudahkan Siswa dalam memahami materi.

Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan., Kelainan Postur Tubuh., Skoliosis.

Keywords:

Health Education, Body Posture Disorders, Scoliosis, Penyuluhan Kesehatan, Kelainan Postur Tubuh

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2026-01-02

Issue

Section

Articles