Model Literasi Keuangan Berbasis Metode PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resources) untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi UMKM di Kepulauan Seribu

Authors

  • Budhi Pamungkas Gautama Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Annisa Ciptagustia Indonesia
  • Eka Surachman Indonesia

Abstract

Abstract

This community service program aims to improve the financial literacy of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the Seribu Islands through the PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resources) method. Thirty MSME participants from culinary, craft, and trade sectors were involved in participatory, practice-based training. The program was implemented in five main stages: participatory mapping, action learning, resource sharing, training and mentoring, and empowerment with evaluation. The results showed a significant increase in the average financial literacy score from 3.5 to 4.3 on a 5-point scale, particularly in preparing simple financial reports, separating personal and business finances, and using digital financial applications. Moreover, business owners who applied regular bookkeeping experienced a 10–15% increase in monthly turnover after training. The PARTNER approach proved effective in improving financial behavior and enhancing economic independence through a participatory, practical, and continuous learning process.

Keywords: financial literacy; PARTNER; empowerment; MSMEs; Seribu Islands

Abstrak

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM di Kepulauan Seribu melalui penerapan metode PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resources). Sebanyak 30 pelaku usaha mikro dari sektor kuliner, kerajinan, dan perdagangan dilibatkan dalam pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama: pemetaan partisipatif, pembelajaran berbasis aksi, berbagi sumber daya, pelatihan dan pendampingan, serta pemberdayaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor literasi keuangan dari 3,5 menjadi 4,3 pada skala 5, terutama dalam kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menggunakan aplikasi keuangan digital. Selain itu, pelaku usaha yang menerapkan pencatatan rutin mengalami peningkatan omzet sekitar 10–15% dalam satu bulan setelah pelatihan. Pendekatan PARTNER terbukti efektif dalam mengubah perilaku keuangan peserta dan memperkuat kemandirian ekonomi melalui pembelajaran yang partisipatif, praktis, dan berkelanjutan.

Kata Kunci: literasi keuangan; PARTNER; pemberdayaan; UMKM; Kepulauan Seribu

Keywords:

literasi keuangan, PARTNER, pemberdayaan, UMKM, Kepulauan Seribu

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2026-01-18

Issue

Section

Articles