PENDAMPINGAN KADER SANTRI HUSADA SEBAGAI PEER EDUCATOR DAN PELAKSANA SKRINING KESEHATAN DI PONDOK PESANTREN BURHANUL HIDAYAH SIDOARJO

Authors

  • Dwi Handayani Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Abstract

Pondok Pesantren Burhanul Hidayah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menghadapi tantangan kesehatan akibat tingginya jumlah santri mukim dan keterbatasan fasilitas manajemen kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Santri Husada melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan strategi edukasi kesehatan dan implementasi sistem surveilans digital dengan Siskestren (Sistem Informasi Survei Kesehatan di Pondok Pesantren). Kegiatan edukasi dan pelatihan dilaksanakan pada 16 kader santri melalui metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik pencatatan kesehatan berbasis aplikasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan kader; peserta dengan pengetahuan baik naik dari 37,5% menjadi 50%, dan 63% kader mengalami kenaikan skor pengetahuan. Kader juga mampu melakukan skrining kesehatan dasar menggunakan alat antropometri, tensimeter, dan aplikasi Siskestren, serta melakukan edukasi kesehatan kepada santri lain secara efektif. Kendala utama berupa keterbatasan alat dan fasilitas teknologi, namun antusiasme dan komitmen kader mengindikasikan peluang pengembangan program ke depan. Revitalisasi Poskestren, pelatihan lanjutan, dan digitalisasi pencatatan kesehatan direkomendasikan sebagai langkah berkelanjutan kaderisasi santri husada, guna memperkuat kapasitas promosi dan deteksi dini masalah kesehatan di pondok pesantren.

Keywords:

peer educator, skrining kesehatan, kader, santri husada, pesantren

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2026-01-05

Issue

Section

Articles