Pembelajaran Tari Kipas Modern Pada Siswa Kelas III Fakhruddin Wittaya Dalam Meningkatkan Apresiasi Budaya Lintas Negara

Authors

  • Arsi Nurhaliza Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Nazmi Nur Auliya Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Auliya Ayuningthyas Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Alifatul Wazni Bilqisti Departemen Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia, Indonesia
  • Miftahul Falah Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Anggia Suci Pratiwi Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Yopa Taufik Saleh Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Asti Tri Lestari Departemen Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Fitri Nurlina Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Meiliana Nurfitriani Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia, Indonesia
  • Humaida Duraomae Sekolah Fakhruddin Wittaya, Kho Lao, Distrik Waeng, Provinsi Narathiwat, Thailand selatan, Thailand

Abstract

Tari merupakan salah satu media budaya yang penting untuk memperkenalkan nilai, identitas, dan jembatan komunikasi antarbangsa. Dalam konteks pendidikan, seni tari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, kerjasama, dan apresiasi lintas budaya sejak usia dini. Tari merupakan salah satu media budaya yang penting untuk memperkenalkan nilai, identitas, dan jembatan komunikasi antarbangsa. Dalam konteks pendidikan, seni tari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, kerjasama, dan apresiasi lintas budaya sejak usia dini. Program KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya di Sekolah Fakhruddin Wittaya, Narathiwat, Thailand Selatan, dilaksanakan untuk memperkenalkan Tari Kipas Modern kepada siswa kelas III sekolah dasar. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang melibatkan guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mempelajari gerakan dasar hingga menampilkan Tari Kipas Modern dalam acara tahunan sekolah dengan percaya diri. Selain keterampilan motorik dan seni, kegiatan ini juga meningkatkan kerjasama, keberanian tampil di depan umum, serta menumbuhkan kesadaran multikultural melalui pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand. Program ini berhasil membangun suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia secara positif. Disarankan agar kegiatan pengenalan budaya lintas negara seperti tari kipas modern terus dikembangkan di sekolah-sekolah Thailand Selatan sebagai sarana diplomasi budaya, penguatan karakter, dan pendidikan multikultural yang berkelanjutan.

 

Keywords:

KKN Internasional, Tari Kipas Modern, Pengenalan Budaya, Pendidikan Multikultural, Thailand Selatan

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2025-10-21

Issue

Section

Articles