Peningkatan Model Bisnis pada Bank Sampah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) dengan Pendekatan Business Model Canvas (BMC)

Authors

  • Adinda Farhana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia , Indonesia
  • Nurun Najmi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia , Indonesia
  • Ravi Adams Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia , Indonesia

Abstract

Pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis di perguruan tinggi karena tingginya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas akademik, administrasi, dan kegiatan mahasiswa. Di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), program Bank Sampah didirikan untuk mendukung inisiatif keberlanjutan dan program Green Campus. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya partisipasi, terbatasnya strategi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan model bisnis Bank Sampah dengan menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, dosen, staf kebersihan, dan offtaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bank Sampah telah menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, beberapa elemen BMC—seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, sumber pendapatan, dan kemitraan kunci—masih perlu dioptimalkan. Rekomendasi yang diberikan mencakup penguatan kampanye kesadaran, integrasi aplikasi digital untuk efisiensi pencatatan transaksi, edukasi berkelanjutan terkait pemilahan sampah, serta pembangunan kolaborasi eksternal untuk memastikan keberlanjutan finansial. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan rekomendasi model bisnis yang terstruktur sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, mendorong keterlibatan mahasiswa, serta menghasilkan nilai tambah ekonomi dan sosial dalam kerangka ekonomi sirkular dan kampus hijau.

 

Keywords:

Business Model Canvas, kampus hijau, program bank sampah

Author Biographies

Adinda Farhana, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia

Pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis di perguruan tinggi karena tingginya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas akademik, administrasi, dan kegiatan mahasiswa. Di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), program Bank Sampah didirikan untuk mendukung inisiatif keberlanjutan dan program Green Campus. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya partisipasi, terbatasnya strategi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan model bisnis Bank Sampah dengan menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, dosen, staf kebersihan, dan offtaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bank Sampah telah menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, beberapa elemen BMC—seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, sumber pendapatan, dan kemitraan kunci—masih perlu dioptimalkan. Rekomendasi yang diberikan mencakup penguatan kampanye kesadaran, integrasi aplikasi digital untuk efisiensi pencatatan transaksi, edukasi berkelanjutan terkait pemilahan sampah, serta pembangunan kolaborasi eksternal untuk memastikan keberlanjutan finansial. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan rekomendasi model bisnis yang terstruktur sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, mendorong keterlibatan mahasiswa, serta menghasilkan nilai tambah ekonomi dan sosial dalam kerangka ekonomi sirkular dan kampus hijau.<br />

Nurun Najmi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia

Pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis di perguruan tinggi karena tingginya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas akademik, administrasi, dan kegiatan mahasiswa. Di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), program Bank Sampah didirikan untuk mendukung inisiatif keberlanjutan dan program Green Campus. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya partisipasi, terbatasnya strategi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan model bisnis Bank Sampah dengan menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, dosen, staf kebersihan, dan offtaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bank Sampah telah menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, beberapa elemen BMC—seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, sumber pendapatan, dan kemitraan kunci—masih perlu dioptimalkan. Rekomendasi yang diberikan mencakup penguatan kampanye kesadaran, integrasi aplikasi digital untuk efisiensi pencatatan transaksi, edukasi berkelanjutan terkait pemilahan sampah, serta pembangunan kolaborasi eksternal untuk memastikan keberlanjutan finansial. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan rekomendasi model bisnis yang terstruktur sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, mendorong keterlibatan mahasiswa, serta menghasilkan nilai tambah ekonomi dan sosial dalam kerangka ekonomi sirkular dan kampus hijau.<br />

Ravi Adams , Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia

Pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis di perguruan tinggi karena tingginya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas akademik, administrasi, dan kegiatan mahasiswa. Di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), program Bank Sampah didirikan untuk mendukung inisiatif keberlanjutan dan program Green Campus. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya partisipasi, terbatasnya strategi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan model bisnis Bank Sampah dengan menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, dosen, staf kebersihan, dan offtaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bank Sampah telah menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, beberapa elemen BMC—seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, sumber pendapatan, dan kemitraan kunci—masih perlu dioptimalkan. Rekomendasi yang diberikan mencakup penguatan kampanye kesadaran, integrasi aplikasi digital untuk efisiensi pencatatan transaksi, edukasi berkelanjutan terkait pemilahan sampah, serta pembangunan kolaborasi eksternal untuk memastikan keberlanjutan finansial. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan rekomendasi model bisnis yang terstruktur sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, mendorong keterlibatan mahasiswa, serta menghasilkan nilai tambah ekonomi dan sosial dalam kerangka ekonomi sirkular dan kampus hijau.<br />

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2025-10-21

Issue

Section

Articles