Pencegahan Malaria dengan Pendekatan Positive Deviance pada Penduduk Lokal di Daerah Endemis Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua
Abstract
Malaria merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kejadian relatif tinggi di Indonesia dibandingkan daerah lain. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, seperti distribusi kelambu berinsektisida dan edukasi kesehatan, namun penerapannya di tingkat rumah tangga masih menghadapi kendala. Konsistensi penggunaan kelambu dan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan menjadi tantangan utama yang memerlukan pendekatan inovatif sesuai dengan konteks sosial dan budaya setempat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan Positive Deviance yang menekankan praktik sehat dari sebagian kecil keluarga yang berhasil terhindar dari malaria meskipun berada dalam kondisi risiko yang sama. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi keluarga positif devian, pelaksanaan diskusi kelompok terarah, pelatihan pencegahan sederhana, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre–post untuk menilai peningkatan pengetahuan, observasi perilaku rumah tangga, dan wawancara singkat terkait persepsi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan malaria, serta perubahan perilaku berupa peningkatan penggunaan kelambu berinsektisida secara konsisten dan kebiasaan menjaga lingkungan. Peran kader kesehatan dan tokoh adat turut memperkuat keberhasilan program dengan memberikan legitimasi sosial. Kesimpulannya, pendekatan Positive Deviance efektif sebagai strategi pencegahan malaria berbasis komunitas di daerah endemis dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa untuk mendukung program kesehatan berkelanjutan.
Keywords:
Malaria, positive deviance, community empowerment, desease prevention, JayapuraPublished
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Elipda, Novita Ana Anggraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
An author who publishes in the BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work
