PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI COCOFIBER DAN COCOPEAT UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK LOKAL DESA MATABUNDU

Authors

  • Fandri Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia., Indonesia
  • Johanes Barra Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia, Indonesia
  • Rifqi Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia, Indonesia
  • Shelvi Indriani Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia, Indonesia
  • Ernawati Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia, Indonesia
  • Maretik Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia, Indonesia
  • Saparuddin Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia, Indonesia

Abstract

Program ini merupakan kegiatan Studi Independent Mandiri Berdampak (SIMB) yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Pada program ini terdapat beberapa kegiatan, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di laksanakan di Desa matabundu, Kecamatan Poleang barat, kabupaten Bombana. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperdaya masyarakat Desa Matabundu dalam pengolahan limbah sabut kelapa menjadi cocofiber dan cocopeat yang memiliki nilai ekonomi dan nilai tambah bagi masyarakat Desa Matabundu. Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan daging buah kelapa untuk kopra dan tempurungnya sebagai arang, sedangkan sabut kelapa karap kali dibuang atau dibakar sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Metode yang digunakan melupitu observasi, koordinasi dengan kepala desa, pengumpulan sabut kelapa, penguraian sabut kelapa dengan mesin pengurai, pelatihan pembutan pot bunga, keset, tali dan pembuatan cocopeat sebagai media tanam kepada ibu PKK Desa Matabundu, dan pendampingan dalam bentuk partipasif. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengolah sabut kelapa menjadi cocofiber yang kemudian diolah menjadi pot bunga, keset, dan tali tambang, serta cocopeat yang dapat dimanfaat sebagai media tanam. Kegiatan ini meningkatakan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah sabut kelapa, membuka peluang usaha baru, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa. Dengan demikian, program ini diharapkan berkelanjutkan dan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.

Keywords:

Sabut kelapa, Cocofiber, Cocopeat, Pemberdayaan masyarakat, Nilai tambah

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2025-10-07

Issue

Section

Articles