Optimalisasi Peran Pelatih dan Orangtua dalam Pencegahan Overtraining Syndrome Atlet Usia Dini
Abstract
Overtraining Syndrome adalah gangguan kondisi fisik, mental dan emosional yang terjadi akibat atlet berlatih terlalu keras tanpa diiringi waktu yang cukup untuk berisirahat dan pulih. Diperkirakan ada 20-30% atlet usia dini menunjukkan gejala awal Overtraining Syndrome, mereka adalah atlet yang terlalu dini memilih spesialisasi cabang olahraganya. Pelatihan anak usia dini harus berpedoman pada LTAD (long term athlete development/ progam pembinaan atlet jangka panjang), lenih tepatnya pada tahap FUNdamentals/ aktifitas fisik menyenangkan (usia 6-9 tahun) dan Learning to Train / belajar untuk berlatih (usia 9-11 tahun). Dari kedua tahap itu tidak ada poin yang menyatakan bahwa anak usia dini harus mengikuti lomba/ kejuaraan, bahkan untuk berlatih saja mereka masih belajar dan mencoba. Berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilakukan oleh tim pengabdi di tempat mitra, dapat diidentifikasi bahwa permasalahan yang sedang dihadapi sekarang adalah banyak atlet usia dini yang merasa terpaksa ketika latihan, merasa terbebani ketika latihan terus menerus, dan kurangnya waktu bermain. Selain itu pelatih dan orangtua terlalu memberi tekanan kepada anak agar dapat latihan terus menerus dan meraih juara. Metode yang digunakan dalam kegitan ini adalah seminar edukasi, diberikan materi baik secara lisan dan tertulis dengan diskusi dua arah. Dihadiri oleh pelatih, binpres dan orangtua dari beberapa cabang olahraga unggulan KONI Kabupaten Sukoharjo. Penyampaian materi berkenaan dengan LTAD Fundamentals dan Learning to Train, dasar-dasar kepalatihan usia dini, tips dan trik membuat latihan menjadi menyenangkan dan disukai anak-anak. Kesimpulan dari keiatan ini adalah pelatih dan orangtua walisiswa sudah mengetahui dan paham bagaimana mencegah terjadi overtraining syndrome pada atlet usia dini.
Keywords:
Anak Kecil, Kelelahan Kronis, OVT, Atlet Usia Dini, Binpres, SDG'sPublished
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fajar Syamsudin, Dhias Fajar Widya Permana, Tri Minarsih, Bogy Febriatmoko, Majora Nuansa Al-ghin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
An author who publishes in the BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work
