Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Pemuda Muhammadiyah Bungus untuk Kesiapsiagaan Bencana Wisata
Abstract
Objek wisata di Bungus Teluk Kabung merupakan salah satu objek wisata di Sumatera Barat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan terutama pada musim libur. Wisata Bungus Teluk Kabung yang berupa pantai, pulau kecil dan sungai termasuk dalam water sport yang beresiko terpeleset dan tenggelam. Banyaknya kasus tenggelam yang tidak terselamatkan nyawanya salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan dalam keterampilan melakukan tindakan Banduan Hidup Dasar (BHD). Keterampilan ini harus dimiliki oleh pemuda Bungus Teluk Kabung melalui mitra pemuda Muhammadiyah Bungus yang berperan sebagai wadah dan sarana pembanguna objek wisata sebagai pioner sehingga tidak terjadinya henti jantung pada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Pemuda Muhammadiyah Cabang Bungus sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah wisata Bungus Teluk Kabung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei pada 20 responden yang mengikuti penyuluhan. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest menggunakan 15 pertanyaan terkait BHD dan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah pelatihan. Rata-rata jawaban benar pada pretest masih rendah, dengan sebagian besar soal hanya dijawab benar oleh 40%–65% peserta, terutama pada aspek teknis seperti lokasi penekanan jantung, kedalaman penekanan, dan kriteria penghentian RJP. Setelah pelatihan, semua soal mengalami peningkatan, dengan rata-rata jawaban benar peserta mencapai 80%–95%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil memperbaiki miskonsepsi peserta dan meningkatkan pemahaman baik secara teori maupun praktik. Dengan demikian, penyuluhan BHD terbukti sebagai metode edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat medis di daerah wisata. Hasil ini mendukung pentingnya pelatihan rutin bagi kelompok masyarakat di kawasan wisata untuk mengurangi risiko kesalahan penanganan saat bencana atau kejadian darurat terjadi.
Keywords:
Bantuan Hidup Dasar (BHD), Wisata, KematianPublished
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Debby Sinthania, Irdawati, Iit Selviani, Elsa Yuniarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
An author who publishes in the BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work
