Strategi Pencegahan Stunting Melalui Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Partisipatif di Desa Tanjung Belit
Abstract
Stunting merupakan masalah malnutrisi kronis yang berdampak signifikan terhadap perkembangan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Belit, Kabupaten Rokan Hulu, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan memberdayakan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui ketahanan pangan. Metode yang digunakan meliputi diskusi, edukasi interaktif, dan pelatihan praktis dalam tiga tahap: sosialisasi gizi seimbang, pemanfaatan pangan lokal, serta budidaya tanaman bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan makanan, pemanfaatan pekarangan, serta kesadaran gizi. Evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi dan adopsi praktik pangan lokal. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga dan pencegahan stunting secara berkelanjutan berbasis masyarakat.
Keywords:
Pencegahan Stunting, Ketahanan Pangan, Pangan Lokal, Pemberdayaan MasyarakatPublished
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Heffi Christya Rahayu, Muhammad Fajri, Febiana Gitya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
An author who publishes in the BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work
