Optimalisasi Peran Kader untuk Mendorong Perilaku Berkunjung ke Dokter Gigi Lansia dengan Diabetes

Authors

  • Fatiha Az-Zahra Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia , Indonesia
  • Delfia Amanda Putri Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia , Indonesia
  • Gilang Rasuna Sabdho Wening Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia , Indonesia
  • Salsabila Davina F.R.W. Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia , Indonesia
  • Fidelya Mahadeviani Arfianto Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia , Indonesia

Abstract

Latar belakang:Kesadaran dan kepatuhan lansia dengan diabetes melitus di Kelurahan Sawunggaling terhadap pemeriksaan gigi rutin masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya dukungan dari kader kesehatan dan tenaga medis, yang mengakibatkan 53,3% lansia jarang mengunjungi dokter gigi. Selain itu, ketakutan terhadap perawatan gigi dialami oleh 86,7% lansia, yang memperburuk situasi. Tujuan: Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader kesehatan untuk mendorong perubahan sikap dan norma subjektif lansia dengan diabetes melitus, agar rutin memeriksakan gigi. Metode:Program pemberdayaan dilakukan di Posyandu Keluarga Kelurahan Sawunggaling dengan melibatkan kader dalam edukasi lansia menggunakan media poster “SEHAT” dan buku Paspor Gigi Sehat. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan sikap dan keterampilan kader serta lansia sebelum dan sesudah intervensi melalui pre- dan post-test. Hasil: Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kader dan lansia. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05, yang menandakan peningkatan pemahaman kader serta perubahan positif pada sikap dan norma subjektif lansia terkait kunjungan ke dokter gigi. Simpulan: Pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kemampuan edukatif mereka dan memengaruhi perilaku lansia dengan diabetes. Media seperti poster “SEHAT” dan buku Paspor Gigi Sehat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan lansia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut secara rutin.

Keywords:

Kader Kesehatan, Lansia Diabetes Melitus, Pemeriksaan Gigi, Sikap, Norma Subjektif

Author Biography

Fatiha Az-Zahra, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Abstract<br /><strong>Background:</strong> Awareness and compliance of elderly individuals with diabetes mellitus in Sawunggaling Subdistrict regarding routine dental check-ups remain low. One contributing factor is the lack of support from health cadres and medical personnel, resulting in 53.3% of the elderly rarely visiting the dentist. Additionally, dental fear affects 86.7% of the elderly, further worsening the situation. <strong>Objective:</strong> This program aimed to improve the understanding of health cadres to encourage positive changes in the attitudes and subjective norms of elderly individuals with diabetes mellitus, promoting regular dental visits. <strong>Methods:</strong> The empowerment program was conducted at the Posyandu Keluarga in Sawunggaling Village, involving cadres in educating elderly individuals through the use of the “SEHAT” poster and Paspor Gigi Sehat book. Evaluation was carried out by comparing the attitudes and skills of cadres and elderly individuals before and after the intervention using pre- and post-tests. <strong>Results:</strong> Post-test results showed a significant improvement in both cadres and elderly participants. The Wilcoxon test revealed p < 0.05, indicating a meaningful increase in the cadres’ knowledge and a positive change in the attitudes and subjective norms of the elderly regarding dental visits. <strong>Conclusion:</strong> Empowering health cadres effectively improves their ability to educate and influence elderly individuals with diabetes. Tools like the “SEHAT” poster and Paspor Gigi Sehat book are instrumental in increasing awareness and encouraging compliance among the elderly in maintaining routine oral health care.<br />Keywords: Community Health Worker, Elderly with Diabetes Mellitus, Dental Examination, Attitude, Subjective NormAbstrak<br /><strong>Latar belakang</strong>:Kesadaran dan kepatuhan lansia dengan diabetes melitus di Kelurahan Sawunggaling terhadap pemeriksaan gigi rutin masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya dukungan dari kader kesehatan dan tenaga medis, yang mengakibatkan 53,3% lansia jarang mengunjungi dokter gigi. Selain itu, ketakutan terhadap perawatan gigi dialami oleh 86,7% lansia, yang memperburuk situasi.<strong> Tujuan:</strong> Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader kesehatan untuk mendorong perubahan sikap dan norma subjektif lansia dengan diabetes melitus, agar rutin memeriksakan gigi. <strong>Metode:</strong>Program pemberdayaan dilakukan di Posyandu Keluarga Kelurahan Sawunggaling dengan melibatkan kader dalam edukasi lansia menggunakan media poster “SEHAT” dan buku Paspor Gigi Sehat. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan sikap dan keterampilan kader serta lansia sebelum dan sesudah intervensi melalui pre- dan post-test.<strong> Hasil:</strong> Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kader dan lansia. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05, yang menandakan peningkatan pemahaman kader serta perubahan positif pada sikap dan norma subjektif lansia terkait kunjungan ke dokter gigi. <strong>Simpulan:</strong> Pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kemampuan edukatif mereka dan memengaruhi perilaku lansia dengan diabetes. Media seperti poster “SEHAT” dan buku Paspor Gigi Sehat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan lansia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut secara rutin.<br />Kata Kunci: Kader Kesehatan, Lansia Diabetes Melitus, Pemeriksaan Gigi, Sikap, Norma Subjektif<br />

Downloads

Abstract Views : 0
Downloads Count: 0

Published

2025-10-24

Issue

Section

Articles